Jawaban Ustadz Abdul Somad Sangat Telak Buat Polisi


Belum lama ini polisi meminta agar Abdul Somad melaporkan ihawal kasus intimidasi dan ancaman yang ia terima ketika hendak ceramah di Semarang dan Jepara. Dan buntut intimidasi itu seluruh jadwal ceramahnya di Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur dibatalkan sepihak.

Jawaban Ustadz Abdul Somad Sangat Telak Buat Polisi

Ustadz Somad (Republika).

Panitiapun kalangkabut, karena Ustadz Abdul Somad tidak segera memberikan jawaban mengapa secara sepihak membatalkan jadwal ceramahnya, padahal persiapan di Masjid Agung Jawa Tengah pada 2 September 2018, dan di Pesantren Mayong Jepara pada 1 september 2018, sudah siap.

Ternyata UAS tidak dikehendaki oleh ormas setempat. GP Ansor dan Banser melakukan apel siaga 5000 orang. Apel siaga ini merupakan kelanjutan daru surat GP Ansor yang dilayangkan ke kepolisian agar menolak acara pengajian yang menghadirkan Abdul Somad karena ditunggangi HTI. Lebih tepatnya GP Ansor Jepara minta polisi memonitor dan meminta UAS menyanyikan lagu Indonesia raya dan mengibarkan bendera merah putih.

Nuruzzaman Ketua PP GP Ansor, Banser tidak menolak UAS, cuma mengingatkan jangan sampai ditunggangi HTI (ist).

Sejumlah media pun menjadikan isu ini sebagai isu utama ahwa ustadz Abdul Somad dipersekusi secara psikis dan diintimidasi. Demikian juga televisi. Polisi melalui Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto minta ustadz Abdul Somad melapor jika merasa diintimidasi. Kalau tidak lapor, polisi tidak akan menangani (Republika.co.id, 4/9/2018).

Tapi apa kata UAS? Jawabannya sangat telak. Dikatakan bahwa dia tidak akan melapor ke polisi karena merasa cepek. “Dugaan persekusi Bali saja belum selesai-selesai (penanganannya),” kata Ustaz Abdul Somad (Republika, 5/9/2018).