Menyelinap ke Hotel Kecil di Jantung Surga Belanja Fesyen Roma

ROMA –  Hotel tidak harus modern dan megah untuk menyandang status terhormat. Biar kecil tetapi anggun, hotel seperti itu boleh percaya diri pakai label ‘ hotel mewah’–  sekalipun kamar-kamarnya nemplok di atas toko.  Ya nemplok di atas toko. Saya lagi mau cerita soal Hotel Inn at The Spanish Steps yang ada di Roma, Italia.

Saya penyuka film drama dengan setting kota-kota di Eropa masa Perang Dunia II, atau tahun 1940-1970’an.  Makanya,  saya cukup girang melihat interior dan tata ruangnya yang membuat suasana hotel ini mirip-mirip yang biasa saya lihat di film-film.  Jadi hotel ini keren menurut saya. Saya suka ada di hotel kecil ini, dibanding harus berada di hotel besar nan modern. 

Ya saat ke Roma, kamu bisa saja datang ke hotel-hotel seperti Grand Melia, Crown Plaza Rome, atau Aleph  Rome Hotel by Hilton di Roma. Ada kolam renang, bangunan besar dan modern. Lift yang enggak ada bunyi reot. Tetapi yang begitu di Indonesia banyak juga toh, dan boleh jadi yang di sini (Indonesia) malah lebih wah.  

Hotel terselip di antara butik fesyen brand ternama di Via Condotti. (Foto: Fitra Iskandar/Medcom)

Westin Excelsior Roma juga menyuguhkan pengalaman unik. Namun, atmosfer klasik baru terasa saat di kamar. Karena kamar dihiasi karpet, lampu, meja tua dan wallpaper yang nuansanya jadul. Ada juga lukisan sketsa salah satu sudut Kota Roma tempo dulu. Di luar itu interiornya seperti hotel-hotel bintang empat di Jakarta.

Pintu yang terbuka adalah pintu di bangunan utama hotel. Paling dekat dengan Spanish Steps. (Foto:Fitra Iskandar/Medcom)

Yang asyik saat ke Roma memang menginap di hotel-hotel seperti Inn at The Spanish Steps ini. Hotel kayak begini sayang untuk dilewatkan karena di sana kita bisa merasakan pengalaman intim tinggal di bangunan yang lingkungan dan suasananya khas Roma.  Saya baca testimoni pengunjung di Tripadvisor. Dia bilang tinggal di hotel ini membuatnya merasa seperti warga Roma. Saya setuju sama dia.

Maksud saya khas Roma begini. Hotel lain dibangun memang untuk bisnis hotel.  Sedangkan, Inn at The Spanish Steps saat dibangun  pada abad ke-18  adalah rumah biasa, yang kemudian diubah fungsinya menjadi hotel.
 
Lokasi
Hotel ini terselip di Jalan Via Condotti yang merupakan pusat belanja fesyen terkenal bukan hanya di Roma, tetapi juga Eropa. Butik dari brand-brand fesyen top dunia berjajar di jalanan ini. Seperti Prada, Louis Vuitton, Arman, Gucci, Hermes, dan masih banyak lagi.

Di ujung Via Condotti ada salah satu spot yang wajib turis datangi ketika ke Roma, Spanish Steps.  Tangga super lebar yang menghubungkan alun-alun Piazza di Spagna di bagian bawah dengan Piazza Trinità dei Monti dengan Gereja Trinita de Monti ini, merupakan salah satu bangunan ikonik Roma.

Dekat juga dengan berbagai atraksi turis lain, seperti Trevi Fountain, museum Villa Borghese, Piazza del Popolo dan lain-lain. Tinggal jalan santai ke lokasi-lokasi itu. Enaknya, meski ada di pusat kota, pengunjung tidak perlu khawatir polusi dan bising kendaraan karena jalan ini bukan jalan yang bisa dilalui sembaran kendaraan.

Ini tangga-tangga yang disebut Spanish Steps. Hotel Inn at The Spanish Steps berada di depan area ini. (Foto: Fitra Iskandar/Medcom)

Bangunan
Seperti yang sudah saya singgung di atas, hotel ini berada di atas beberapa toko butik fesyen. Ada tiga pintu masuk dan salah satunya jauh terpisah dengan bangunan utama.  Delapan kamar di hotel ada di atas butik Dolce Gabana. Bangunannya hanya sampai lima lantai.

Kemudian beberapa kamar ada di atas Cafe Greco yang hanya  bisa diakses dari pintu bernomor 85 dan bangunan utama di nomor 91, yang merupakan bagian yang paling dekat dengan Spanish Steps.  Hotel ini hanya punya 22 kamar.

Tempat makan di bangunan yang saya tempati ada di rooftop. Soal lokasi, bagi sebagian orang mungkin kurang ideal, karena tidak dapat pemandangan Spanish Steps. Pemandangan kita bertumbuk dengan atap-atap bangunan lain.  Tetapi mungkin di sini sensasinya. Saya merasa jadi warga Roma. Sedang tinggal di rumah, bukan hotel.

Pemandangan dari rooftop yang berfungsi sebagai tempat santai dan sarapan. (Foto:Fitra Iskandar)

Menu yang dihidangkan. Seperti pesta kecil di rumah. (Foto: Fitra Iskandar)

“Kalau bagi saya, saya lebih suka rooftop ini, karena tenang, tidak seperti di bangunan utama yang pemandangannya lebih hiruk-pikuk karena banyak orang. Tetapi tergantung dengan orang juga sih,” kata Mary Rose, pramusaji satu-satunya yang melayani kami saat sarapan. Mary Rose orang Filipina. Dia sangat ramah.

Menyantap sarapan dengan suasana nyaman.(Foto Fitra Iskandar)

Saat sarapan tidak ada tamu lain di ruang makan. Kecuali saya dan empat teman seperjalanan saya dari Indonesia.  Hotel itu rasanya seperti hanya milik kami berlima.

Saya menginap di kamar 905 yang di bawahnya merupakan butik Dolce Gabana. Annex Buildingnya, di Via Condotti 48.  Jendela kamar ini berhadapan dengan bangunan toko jam Omega dan brand tas  Michael Kors di bagian bawahnya.

Ruangan kamar: Foto Inn at the spanish steps

Di bangunan ini hanya ada delapan kamar yang terbagi di sejumlah lantai, sampai lantai lima yang sekaligus rooftop dan tempat makan.  Di lantai yang kami tempati hanya ada lima kamar saja. Di luarnya, ada dua ruang santai, yang masing-masing  berukuran tidak lebih dari 3×4.

Kamarnya sudah didandani dengan nuansa modern yang didominasi warna hitam-putih. Namun, atapnya dan jendela terlihat orisinil. Menunjukkan wajah bangunan itu yang sudah ada sejak abad 17. Tapi sepertinya tidak semua kamar punya atap yang masih orisinil. Di kelas yang lebih premium, sudah didekorasi dengan plafon baru.

Kamar Mandi
Tidak terlalu besar untuk kelas yang saya tempati Premium Deluxe Double Room. Di kamar yang kelasnya lebih tinggi mungkin pakai bathtub. Tetapi yang melegakan, ada bidetnya. Kloset yang bentuknya mirip kloset duduk. Hanya tidak ada lubang untuk flush. Bidet kita gunakan untuk membersihkan area tubuh tertentu setelah buang air. Kita tinggal berpindah duduk dari kloset buang air ke bidet.

Pelayanan
Yang asyik menginap di hotel ini selain pengalaman menikmati keintiman bangunan klasik dan lokasinya yang strategis, adalah pelayanan stafnya yang menurut saya super. Para pelayan sangat hangat memperlakukan tamu. Mungkin karena ini hotel kecil yang komitmennya menawarkan kehangatan Roma. Mungkin juga karena kapasitasnya sangat terbatas, sehingga para staf lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan tamu secara lebih bersahabat.

Rasanya, pantas juga sih pelayanan seperti itu didapat tamu yang menginap di hotel ini. Nilai yang dikeluarkan pengunjung untuk menginap di hotel ini pun tidak murah. Biayanya paling sedikit USD345 untuk satu malam. Tentu tergantung waktu juga. Bisa lebih mahal atau lebih murah.

Di bangunan hotel yang ada di nomor 48 Via Condotti, lorong menuju lift utama menuju kamar-kamar, mungkin lebarnya hanya satu meter. Tingginya? Anda bisa memegang langit-langitnya dengan tangan. Lift ada di ujung lorong sepanjang tiga meter yang berbentuk  huruf L. Kami menunggu lift di pojokan. Lift pun sangat kecil. Hanya muat empat orang. Sudah begitu bunyi berdecit-decit saat naik atau turun.

Suasana lorong tempat menunggu lift. Langit-langit sangat pendek dan lorongnya sempit. (Foto:Fitra Iskandar/Medcom)

Oh ya, kalau ingin keluar sampai larut malam, pintu hotel ini tidak terbuka 24 jam. Jam 9  malam lewat,  tamu harus membuka sendiri pintu utama dengan kunci yang sudah diberi pihak hotel.

Membuka pintu hotel sendiri. Tidak ada petugas yang membukakan pintu di malam hari. (Foto:Fitra Iskandar)

Setelah dari hotel ini, saya jadi tambah yakin kalau definisi hotel mewah bukan melulu mesti megah dan dilengkapi fasilitas canggih.  Kombinasi keotentikan, asal-usul bangunan dengan sedikit sentuhan servis  berkelas bila dikemas dengan narasi apik dapat dikapitalisasi untuk menaikkan citra dan nilai jual sebuah hotel.   

Penampakan lift di salah satu bangunan hotel.  Hanya bertepi teralis. (Foto: Fitra Iskandar)

Seperti hotel ini yang begitu percaya diri menyandang status hotel mewah (small luxury hotel), meski fasilitas liftnya tua, sempit dan mengeluarkan bunyi reot. 

(FIT)